Disangka Sudah Tewas, Jasad Korban Dibuang di Sawah
Tindakan wanita muda ini terbilang nekat. Ia dibantu dua teman prianya merampok seorang seorang wanita tua berusia 59 tahun di Dusun Nanna, Desa Mappedeceng, Kecamatan Mappedeceng, Kabupaten Luwu Utara (Lutra). Sadisnya, sebelum menggasak perhiasan emas korban seberat 10 gram, tiga pelaku terlebih dahulu menganiaya korban yang sudah renta. Bahkan, para pelaku mengira korbannya telah tewas sehingga jasadnya dibuang ke sawah di daerah Rambakulu, Kecamatan Sabbang. Tapi ternyata, wanita malang ini masih selamat.
Pagi itu, Kamis 4 Desember, warga Desa Rambakulu, Sabbang, tiba-tiba dihebohkan adanya penemuan sesosok tubuh wanita tua terkapar dalam kondisi mengenaskan di pinggir sawah. Salah seorang warga Rambakulu yang hendak pergi ke sawahnya, kaget saat matanya melihat sesosok tubuh wanita itu.
Tanpa pikir panjang, pria tersebut berteriak mengabarkan kepada warga sekitarnya mengenai penemuan mayat wanita di pinggir sawahnya. "Tolong, ada mayat wanita tua di sini...," teriak pria ini.
Rupanya, ia menduga wanita tersebut telah jadi mayat. Namun, setelah warga berdatangan ke sawah, ternyata wanita itu masih bernafas. Ia masih hidup. Ia siuman beberapa saat kemudian. Setelah itu, wanita malang itu mengaku telah dirampok tiga orang tak dikenalnya.
Menurut Yunus Hibur, kepala SD Terpedo Jaya, pihaknya melaporkan penemuan jasad korban perampokan ke Polsek Sabbang, setelah salah seorang warga menemukan korban yang sempat diduga telah tewas. Namun, setelah diperiksa, ternyata korban masih hidup sehingga langsung dibawa ke puskesmas terdekat.
Siapa wanita malang korban perampokan itu? Dari pengakuannya di depan polisi, wanita itu mengaku bernama Ma'ci, usia 59 tahun, warga Kecamatan Mappadeceng, Kabupaten Lutra. Ia dirampok tiga orang tak dikenalnya dan membuang tubuhnya ke pinggir sawah di desa Rambakulu, Kecamatan Sabbang.
"Pelakunya tiga orang, salah seorang di antaranya perempuan muda," kata Ma'ci, seraya menyatakan, tiga pelaku berhasil mengambil paksa perhiasan emasnya seberat 10 gram.
Bagaimana kronologis perampokan yang nyaris merenggut nyawa Ma'ci? Dalam kesaksiannya di depan polisi, Ma'ci mengaku bertemu dengan tiga pelaku, sewaktu ia hendak ke pinggilingan padi di desanya. Di tepi jalan, tiba-tiba sebuah mobil berhenti di dekatnya dan tiga pelaku yang berada di atas mobil itu menawarkan tumpangan kepadanya.
Awalnya, Ma'ci menolak. Tetapi, wanita muda yang bersama dua pria itu turun dari atas mobil dan membujuknya. Karena tidak curiga dengan kebaikan yang ditawarkan wanita muda itu, Ma'ci bersedia menerima tumpangan mobil tiga orang yang tidak dikenalnya itu.
Namun, belum beberapa menit berada di atas mobil, si wanita meminta kepada Ma'ci semua perhiasan yang dikenakannya. Ma'ci menolak, tetapi si wanita dan dua temannya memukulnya. Bahkan, mobil korban terus melaju ke Sabbang.
Dalam kondisi tak berdaya, apalagi setelah pelaku memukulnya, ia akhirnya pingsan. "Saya baru sadar ketika dikerumuni warga di pinggir sawah, tetapi saya tidak tahu berada dimana?," kata korban kepada penyidik Polsek Sabbang.
Kapolsek Sabbang, Iptu Yorim dikonfirmasi Posmetro di kantornya, menyatakan, polisi masih menyelidiki tiga pelaku perampokan ini. Menurut Kapolsek, pihaknya belum mengidentifikasi pelakunya, tetapi dalam kasus ini polisi menemukan petunjuk untuk mengungkap siapa tiga pelaku perampokan itu.
Apa petunjuk tersebut? Menurut Kapolsek, pelaku meski telah berusia lanjut, masih sempat melihat plat kendaraan mobil yang dipakai tiga pelaku. Bahkan, korban masih sempat mengingat nomor polisi (nopol) mobil pelaku. "Hanya saja, demi kepentingan penyelidikan, kami tidak bisa mempublikasikan DD atau nopol mobil pelaku," kata Iptu Yorim.
Informasi diperoleh wartawan Posmetro, Yustus Bunga di Polsek Sabbang, sampai berita ini naik cetak, Minggu malam, 14 Desember, tiga pelaku masih dalam pengejaran polisi. Korban berharap, polisi bisa menangkap tiga pelaku. (*)
Minggu, 14 Desember 2008
Wanita Muda Dibantu Dua Pria Rampok Wanita Tua
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar