Minggu, 14 Desember 2008

209 Caleg Perebutkan 10 Kursi di Dapil VII Sulsel


Rivalitas Caleg Tak Terhindarkan

Perebutan 10 kursi DPRD Sulsel dari daerah pemilihan (Dapil) VII dipastikan akan berlangsung seru. Daerah pemilihan yang mencakup empat kabupaten di Tana Luwu ini,
menjadi rivalitas sejumlah Wija To Luwu dan tokoh muda lainnya yang telah dikenal luas di wilayah jasirah utara Sulsel ini. Mereka yang maju, di antaranya Hj Hidayat Nurthalib, Ir Buhari Kahar Mudzakkar, Achdam Surya, Ahmad Ridha, Armin Mustamin Toputiri, Ir Andi Rahmawati Sultani, H Zirmayanto, Drs Marjono, Mahrir, SPd, As Maslim, dll.

 Dapil VII Sulsel diandaikan 'group neraka' bagi caleg yang maju bertarung untuk memperebutkan 10 kursi. Pertarungan bakal berlangsung seru bin sengit, karena Pemilu 2009 diikuti 36 dari 38 parpol peserta Pemilu 2009. Jumlah caleg yang maju bertarung sebanyak 209 orang.
 
 Dari Daftar Caleg Tetap (DCT) yang diusung 38 Parpol, tercatat hanya lima Parpol yang memenuhi kuota 120 persen atau 12 caleg. Kelima Parpol tersebut, yakni Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Kedaulatan (PK), Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
 
 Untuk Parpol yang mengusung 11 caleg dari 38 Parpol hanya dua, yakni Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrat (PD). Parpol lainnya, bervariasi mengusung caleg dengan jumlah antara 9-5 caleg. Bahkan, dalam DCT yang diumumkan KPU Sulsel, tercatat tiga Parpol mengusung hanya satu caleg, yakni Partai Pemuda Indonesia (PPI), Partai Matahari Bangsa (PMB), dan Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI).
 
 Sementara Parpol yang hanya mengusung dua caleg, tercatat sebanyak tiga Parpol masing-masing Partai Barisan Nasional (Barnas), Partai Nasional Benteng Kerakyatan (PNBK), dan Partai Patriot. (Peta Politik 38 Parpol di Dapil VII Sulsel selengkapnya Baca Tabel, Red).
 
 Dari lima Parpol yang mengusung 12 caleg, kelima Parpol tersebut menjagokan masing-masing calegnya untuk bisa lolos ke parlemen. Partai Golkar misalnya, menempatkan Armin Mustamin Toputiri, SH, di nomor urut 1. Caleg lainnya masing-masing DR Muchlis Supri, SE, MSI di nomor urut 2, dan Ir Andi Rahmawati Sultani di nomor urut 3.
 
 Tiga caleg Golkar ini, sangat diunggulkan untuk bisa merebut satu kursi dari dapil VII Sulsel. Bahkan, jika melihat konstalasi politik dalam Pemilu 2009, dari 12 caleg usungan Partai Golkar, dua incumbent masing-masing Drs Isjaya Kaladen di nomor urut 5 dan Ir H Abd Madjid Tahir di nomor urut 7, telah membangun jaringan dengan membentuk tim sukses di empat kabupaten/kota, masing-masing Kota Palopo, Luwu, Luwu Timur, dan Luwu Utara. 
 
 Tak hanya itu, Ir Andi Rahmawati yang tidak lain legislator Partai Golkar di DPRD Lutim, telah memiliki popularitas di Tana Luwu, terutama di Lutim dan Kota Palopo. Ia juga dikenal sebagai mantan anggota DPRD Luwu Utara periode lima tahun lalu.
 
 Karena itu, majunya Andi Rahmawati di Dapil VII Sulsel, semakin memperketat persaingan merebut 10 kursi. Bahkan, persaingan sesama caleg di internal Golkar juga tak terelakkan, apalagi Golkar diprediksi paling sedikit merebut dua kursi.
 
 Tak mau kalah dengan Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang juga mengusung 12 caleg, menjagokan Achdam Surya, S.Sos di nomor urut pertama. Legislator PAN di DPRD Luwu Utara ini diprediksi kuat akan berjaya di Lutra untuk dapil VII Sulsel, sehingga banyak yang memprediksikan Achdam bisa melaju ke DPRD Sulsel.
 
 Tak hanya Achdam Surya yang dijagokan PPP, Drs H Abubakar Wasahua di nomor urut 2 dan Rosmita Nasir Sahid di nomor urut 3 juga digadang-gadang bisa merebut suara signifikan di dapil VII Sulsel.
 
 Meski PDIP pada Pemilu lima tahun lalu gagal mendudukkan calegnya di DPRD Sulsel, untuk Pemilu 2009, tampaknya PDIP ingin memenuhi targetnya merebut sedikitnya satu kursi. Karena itu, di Dapil VII Sulsel, PDIP mengusung 12 caleg dengan menempatkan Frederik Latuperissa, SE di nomor urut 1, Drs I Made Merada nomor urut 2, dan Anggry Novitri, S.Ked di nomor urut 3.
 
 Nama Anggry Novitri sebagai 'wajah baru' dalam percaturan politik di Sulsel, menyita banyak perhatian publik di Tana Luwu. Sebab, putri anggota DPRD Sulsel asal PDIP ini, HM Yunus Baso ini, sejak masa pencalegan lalu telah gencar melakukan sosialisasi baik lewat atribut kampanye maupun lewat ajang silaturahmi.
 
 Sementara dua Parpol baru, yakni Partai Hanura dan Partai Kedaulatan juga menjagokan 12 calegnya untuk bisa merebut paling sedikit satu kursi. Partai Hanura yang mengantongi nomor urut 1, menjagokan Drs H Muh Amir Anas, MSi, sebagai caleg nomor urut 1. Sedangkan caleg nomor urut 2 dan 3 usungan Hanura ditempati Orva F Karangan SH, dan Syaid Rasyid, ST.
 
 Partai Kedaulatan dengan nomor urut 11, dalam Pemilu 2009 mendatang, menempatkan Drs Marjono sebagai caleg nomor urut 1. Nama Marjono yang disebut-sebut mewakili masyarakat etnis Jawa di Tana Luwu ini, meski sebagai 'new comer' atau pendatang baru, cukup diperhitungkan. Bos MPS Computer ini, sejak awal pencalegan telah gencar melakukan sosialisasi. Bahkan, Marjono telah membentuk tim sukses di empat kabupaten.
 
 Partai Amanat Nasional (PAN), meski hanya mengusung 11 caleg, tak mau kalah dari lima Parpol yang bisa memenuhi kuota 120 persen. Agar bisa merealisasikan targetnya merebut kursi di DPRD Sulsel, PAN yang menerapkan sistem suara terbanyak menempatkan Ir Buhari Kahar Mudzakkar, MM di nomor urut 1, dan H Ahmad Ridha, SE di nomor urut 2. Dua nama caleg PAN ini, untuk pemilih di Tana Luwu, telah dikenal luas.
 
 Ir Buhari Kahar Mudzakkar misalnya, selain dikenal sebagai salah satu putera Kahar Mudzakkar, Buhari yang juga mantan Wakil Bupati Luwu ini punya basis massa yang jelas di wilayah Luwu. Bahkan, dengan nomor urut 1, Buhari diprediksi akan mendulang suara besar di Luwu, karena alasan pemilih dalam Pilkada Luwu lalu itu, sebagian besar diperkirakan masih akan menjatuhkan pilihannya kepada Buhari.
 
 Ahmad Ridha juga tidak bisa diremehkan caleg lainnya. Kendati lima tahun terakhir lebih banyak berkiprah di Luwu Utara, komunitasnya di Lutra tetap terjaga. Anggota DPRD Luwu Utara dua periode berturut-turut ini, memiliki kerabat dan keluarga besar di Luwu Utara. 
 Sejumlah caleg DPRD Sulsel dari Dapil VII yang ditemui Posmetro secara terpisah, menyatakan optimistisnya bisa lolos ke DPRD Sulsel. Mahrir, SPd, misalnya, mengaku mendapat dukungan suara dari mayoritas warga etnis Lombok dan Sasak asal Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang tinggal di empat kabupaten. "Saya memiliki basis yang berbeda dengan caleg lainnya. Saya misalnya punya basis dari masyarakat etnis Sasak dan Lombok (NTB) di empat kabupaten/kota se Tana Luwu," kata caleg nomor urut dari PBR ini.
 
 Lain Mahrir, lain juga dengan Drs Marjono. Caleg nomor urut 1 Partai Kedaulatan ini membidik suara tidak kurang dari 30-an ribu masyarakat etnis Jawa di Tana Luwu. Bahkan, Marjono sangat yakin bisa meraih simpati warga etnis Jawa di Palopo, Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur.
 
 Sementara AS Maslim, caleg nomor urut 1 dari PNBK, juga optimistis bisa duduk di DPRD Sulsel. Meski PNBK hanya mengusung dua caleg, yakni AS Maslim di nomor urut 1 dan Drs Nasruddin Malik di nomor urut 2, Maslim optimis PNBK bisa merebut satu kursi.
 
 Menurut Maslim, sekarang ini, pilihan rakyat melekat pada figur dan latar belakang. Karena itu, menghadapi Pemilu 2009, Maslim yang mengaku telah membentuk tim sukses di empat kabupaten, yakin bisa lolos ke parlemen. "Dari 10 kursi yang akan diperebutkan, PNBK akan merebut antara kursi ke-7, 8, 9, atau 10," katanya, optimistis.
 
 Ketua Partai Demokrat (PD) Kota Palopo yang maju lewat PD, H Zirmayanto, juga optimis bisa jadi anggota dewan di DPRD Sulsel. "Saya tidak mengklaim akan didukung masyarakat etnis tertentu, tetapi saya yakin akan dipilih karena masyarakat tahu komitmen saya selaku caleg dan komitmen partai saya, PD," kata Zirmayanto di kediamannya, akhir pekan ini.
 
 Bersama Hj Hidayat Nurthalib yang kini hengkang ke PD, Zirmayanto yang mengantongi nomor urut 2 mulai gencar melakukan sosialisasi lewat berbagai atribut, seperti baliho, spanduk, stiker, termasuk mencetak puluhan ribu kartu nama. "Biar irit biayanya, saya cetak sendiri kartu nama dan stiker," kata Zirmayanto, tertawa.
 
 Ni'matullah, Ketua OKK Demokrat Sulsel, termasuk pihak yang menjagokan Zirmayanto bisa lolos ke DPRD Sulsel. Namun demikian, ia juga menjagokan Hj Hidayat Nurthalib bisa merebut satu dari 10 kursi yang diperebutkan di dapil VII Sulsel. Alasan Ni'matullah, Ketua DPRD Luwu yang selama ini dikenal sebagai kader tulen Partai Golkar itu, memiliki basis massa yang jelas di Tana Luwu, terutama wilayah Kabupaten Luwu. "Makanya, PD yakin bisa menempatkan kadernya duduk di DPRD Sulsel, karena 11 caleg yang diusung adalah kader terbaik yang punya basis massa di empat kabupaten/kota," katanya. (tim)

2 komentar:

Pustaka Survey Global mengatakan...

Dari 10 kursi DPRD Sulsel yg diperebutkan di dapil VII (Luwu Raya) sdh dapat dipastikan bahwa 1 kursi akan direbut oleh Buhari Kahar Muzakkar, dan kemungkinan caleg partai golkar hanya meraih 2 kursi.

balqis mengatakan...

Bagaimana prediksinya dengan caleg PAN daerah luwu utara dapil 3 kira2 siapa yang berpeluang?klo menurut saya yang bisa lolos no.urut 2 Subehang Mappa karna mempunyai keluarga besar di kota kabupaten dan sangat bermasyarakat juga sangat dekat dengan kalangan remaja.khususnya dalam bidang olah raga..
Berjayalah PAN Luwu-utara